Ulama Muda Pemalang Menelurkan Metode Ma'rifati
Oleh : Husni Mubarok Al Qudusy, LD PCNU Pemalang
Metode Ma'rifati adalah suatu model dalam belajar membaca Al Qur’an yang secara langsung (tanpa dieja) dan menggunakan atau menerapkan pembiasaan membaca tartil sesuai dengan kaidah tajwid. Ada pun yang mendasari metode Ma'rifati, yaitu membaca Al Qur’an dengan teknis langsung dan membiasakan untuk membaca tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Bahwa membaca Al Qur’an secara langsung atau tanpa dieja yang dimaksud adalah huruf yang ditulis dalam bahasa Arab dibaca secara langsung tanpa diuraikan cara melafalkannya. Pembelajaran membaca Al Qur’an dengan menggunakan metode Ma'rifati merupakan pembelajaran yang dianggap sederhana, sesuai dengan kebutuhan dan tingkat materi yang sudah disiapkan. Kemudian target utama dari metode Ma'rifati adalah pelajar dapat secara langsung mengaplikasikan dalam bacaan Al-Qur’an sesuai dengan ilmu tajwid.
Adalah Kang Irfan seorang Ulama muda asal Pemalang yang adalah santri dari KH Mansur Mustofa Pengasuh Ponpes Al Manshuriyah Sumurmunding Kec Ampelgading Pemalang yang sanad keilmuannya bertalian dengan sejumlah Ulama sepuh tanah Jawa di antaranya adalah KH. Hayatul Maki Kediri.
Kang Irfan berusaha menyusun metode Ma'rifati sejak november 2020 namun sempat berhenti, ia menyerah karena keadaan psikologis minder merasa tidak percaya diri, merasa kurang berharga, tidak mampu dibandingkan orang lain. Perasaan yang menghantui ini membuatnya sering merasa malu, canggung, takut akan penolakan, bahkan pernah menutup diri untuk berinteraksi sosial beberapa saat.
Hingga akhirnya di pertengahan tahun 2022 kembali tergugah untuk melanjutkan menyusun metode Ma'rifati, walaupun pelan-pelan namun pasti, sampai akhirnya selesai di tahun 2025. Setelah di dorong oleh para shabat dekatnya serta berkonsultasikan kepada para Kiai Sepuh dan Ustadz terkait, akhirnya di cetak dan menjadi metodi belajar Al Qur'an di majlis pribadinya.
Tidak berharap lebih hanya ingin memudahkan diri sendri dalam mengajar anak-anak yang datang secara sukarela ke majlis untuk belajar membaca Al Qur'an. Metode Ma'rifati tentu masih banyak kekurangan, perbaikan demi perbaikan akan terus berjalan agar dapat menemukan sebuah metode yang mudah untuk di ajarkan.
Di majlisnya yang bertempat di Dusun Slarang Desa Sura Jaya Kec Pemalang juga di ajarkan ilmu Nahwu, Shorof, Fiqih, Aqidah, serta ilmu Islam yang lainnya. Kang Irfan sangat aktif di Nahdhotul Ulama yaitu di LBM (Lembaga Batsul Masail) yang mana salah satu lembaga yang memiliki posisi straregis dalam menentukan sebuah hukum secara syar'i.
Ia pun sering keliling kampung untuk berda'wah, walaupun sering keluar masuk hutan di malam hari sendirian dengan motor bututnya. Baginya untuk menyampaikan sebuah ilmu Islam adalah suatu kewajiban yang harus dijalani apapun resikonya.
_____




Komentar
Posting Komentar