Syi'ah Iran, Syi'ah London dan Sunni Barat

 



Oleh : Husni Mubarok Al Qudusy


Mendengar kata “Syiah”, mata kita seakan terbelalak dan detak jantung terasa lebih cepat, karena di negara kita “Syiah” dianggap aliran atau mazdab sesat atau menyimpang, padahal juga belum tentu.


Iran negri para mullah adalah negara yang mayoritas menganut Syiah Imamah dengan figur pemimpin besar Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang beberapa waktu lalu tewas dalam serangan terorganisir yang mematikan oleh AS dan Israel.


Iran merepresentasikan Syi'ah Imamiyah (Isna 'Asyariyah) yang berbasis pada Revolusi Islam 1979. Sedang Syi'ah London sering dikaitkan dengan kelompok ekstrem/eksklusif, sementara Syiah Iran menekankan persatuan dan perlawanan terhadap arogansi global seperti pergerakan Zionisme Yahudi. Iran pun secara tegas menolak Syi'ah London yang didukung barat dan memecah belah umat.


Memang Syi'ah London berbeda dengan Syiah Iran. Syi'ah London yang juga dilindungi pemerintah Inggris serta sering menyerang pemerintah Iran. Karena Syi'ah London menentang adanya persatuan Islam seperti yang terjadi di Iran, yaitu Syiah Imamah.


9 Maret 2018, Kedutaan Iran di London diserang dan diterobos oleh ekstremis Syiah London pengikut Sadeq Shirazi. Mereka membawa pisau dan tongkat masuk kedubes dan berteriak di atas balkon sambil menghujat pemerintah Iran, juga menghujat Khulafar Rasyidin dan istri-istri nabi, seperti dilaporkan oleh berita Iran, IRNA.


Hujatan kepada sahabat nabi dan para istri nabi inilah yang sering bikin panas umat Islam Indonesia, sekalipun tidak semua Syi'ah begitu, karena aliran Syi'ah begitu banyak. Perlu diketahui Syi'ah London ini memang sering melakukan provokasi-provokasi kepada pemerintah Iran. Sekalipun sama-sama Syi'ah, tetapi alirannya berbeda.


Penting bahwa agama Islam mengajak pengikutnya untuk bersikap moderat dan menilai sikap ekstrim dalam beragama sebagai perbuatan yang tidak diterima dan merugikan. Sementara di antara pengikut Ahli Sunnah/Sunni ada pemikiran Takfiri-Wahabi dan di Syi'ah ada kelompok Shirazi yang memilih sikap ekstrim, mereka semua ciptaan Barat lewat tanggan Britania Inggris.


Sudah banyak penjelasan tentang kelompok Takfiri yang fanatik, menyimpang dan peran mereka dalam menciptakan wajah Islam yang keras dan kasar bagi masyarakat dunia.


Husein bin Ali as merupakan tokoh yang tidak hanya mendapat penghormatan khusus di kalangan Syi'ah, tapi juga Sunni, bahkan bagi non Muslim. Karena keberaniannya berhasil melindungi agama Islam dan tidak mau menyerah di hadapan kezaliman, sehingga meneguk cawan syahadah. Beliau mewariskan pelajaran historis kepada semua manusia.


Namun patut disayangkan, kelompok Syi'ah London peringatan duka yang berakar pada diri masyarakat telah dicampuradukkan dengan khurafat. Salah satunya adalah tatbir atau melukai diri. Para pemimpin kelompok ini mempropagandakan sedemikian rupa, sehingga acara peringatan duka Imam Husein as harus dilakukan dengan melukai diri agar dikatakan ikut bersedih bersama beliau. Padahal perbuatan ini bukan tidak memiliki dasar dalam al-Quran dan Hadis, bahkan Islam tidak membolehkan seseorang melukai dirinya. Islam agama yang mengakui akal sehat, sementara melukai diri tidak diterima oleh akal manusia.


Sekalipun tidak banyak orang yang berinisiatif melakukan acara melukai diri, tapi sejumlah foto dan video tentang perilaku ini telah dipublikasikan di media secara luas. Seseorang yang tidak mengenal acara peringatan duka Imam Husein as beranggapan acara ini dilakukan dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Dengan cara ini, media-media asing menciptakan gambaran bohong dan tidak benar tentang acara peringatan duka pengikut Syiah bagi opini publik dunia.


Sementara ulama dan marji taklid Syi'ah tidak membolehkan perilaku melukai diri atau tatbir dan segala bentuk perilaku yang merusak wajah Syi'ah. Fatwa Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebutkan, "melukai diri atau tatbir selain menurut masyarakat awam tidak termasuk contoh kesedihan dan tidak pernah dilakukan di masa para Imam as dan masa sesudah mereka, bahkan tidak ada pengakuan baik secara khusus atau umum dari para Imam as tentang hal ini, maka di masa kini menyebabkan semakin lemah dan merusak nama mazhab. Oleh karenanya, perilaku ini dalam berbagai bentuknya tidak diperbolehkan."


Kelompok Syi'ah London telah melupakan tujuan utama kebangkitan besar Imam Husein as. Imam Husein bangkit demi menghapus khurafat dari agama kakeknya. Sementara perilaku kelompok Syi'ah London porsinya lebih banyak khurafat yang tidak punya akar agama dan argumentasi logis. Selain itu, pelajaran terbesar dari kebangkitan Imam Husein as adalah tegar menghadapi kezaliman sekalipun harus mengorbankan nyawa. Sementara kelompok Syi'ah London selama ini hanya bungkam menghadapi kezaliman kekuatan-kekuatan seperti Amerika, Inggris dan rezim zionis Israel.


Kelompok ini bahkan memprotes dukungan Republik Islam Iran terhadap rakyat tertindas Palestina hanya dengan alasan mereka Sunni. Inilah cara pandang ekstrim terhadap agama.


Kelompok Syi'ah London tidak peduli dengan sikap rezim zionis Israel yang menumpas rakyat Palestina dengan buas dan pada saat yang sama mengecam serangan roket balasan Palestina atas kejahatan Israel. Membela yang dizalimi, baik itu di Palestina, Suriah, Irak dan Yaman termasuk nilai-nilai agama Islam dan tidak ada hubungannya dengan Syi'ah atau Sunni.


Satu masalah yang membuat kelompok Syi'ah London sangat menarik perhatian adalah sejumlah media dan propaganda luar mereka. Kelompok ini memiliki banyak televisi satelit, situs dan juga fasilitas media sosial untuk menyebarkan akidah radikalnya. Padahal para marji Syi'ah tidak memiliki kemampuan finansial dan koordinasi sedemikian kuat untuk menyebarkan akidah Syi'ah.


Menariknya lagi, kebanyakan dari televisi satelit dan organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan kelompok Syi'ah London beraktivitas di Inggris. Bukan saja aktivitas mereka tidak dibatasi karena aksi-aksi radikal dan memecah belahnya, tapi justru mendapat dukungan pemerintah setempat. Media-media Barat juga memberikan perhatian khusus terkait berita dan pandangan-pandangan kelompok fanatik ini dan meliput mereka secara luas.


Benar, Britania Inggris punya pengalaman panjang dalam menciptakan perselisihan di antara kalangan umat Islam. Dengan informasi dan studi yang dilakukannya, menciptakan perang antara Syi'ah dan Sunni sudah pernah terjadi. Britania Inggris sangat berpengalaman dalam hal ini. Bahwa agen-agen Britania Inggris yang menciptakan konflik, perselisihan dan dendam di antara Syi'ah dan Sunni dengan tujuan agar mereka saling membunuh.


Britania Inggris dan negara-negara Barat mendukung kelompok Syi'ah London agar kelompok fanatik dan menyimpang Syi'ah ini dihadap-hadapkan dengan kelompok Syiah revolusioner, melawan kezaliman dan maju yang dipelopori Republik Islam Iran. Itulah mengapa Arab Saudi sebagai tempat kelahiran Sunni radikal dengan Wahabinya yang sesat tidak begitu menolak kelompok Syi'ah London. Sebaliknya, mereka begitu membenci Syi'ah Iran sebagai pendukung persatuan umat Islam, penentang Amerika dan rezim Zionis Israel.


Sejatinya, negara-negara Barat dan rezim zionis Yahudi Israel mendukung kelompok-kelompok di dunia Islam selama tidak membahayakan kepentingan mereka dan menjadi pemicu perselisihan dan pertumpahan darah di dunia Islam. Kelompok Shirazi / Syi'ah London di tubuh Syiah dan Sunni Barat yaitu Wahabi-Takfiri di Sunni contoh nyata Islam yang mendukung Barat dan sadar atau tidak telah melayani Barat.


Bahwa Sunni yang didukung Amerika dan Syi'ah yang dipropagandakan London adalah saudara setan dan kaki tangan Amerika dan Barat. Bahwa Syiah London dan Sunni Barat sama saja sebagai dua mata gunting yang berusaha membuat umat Islam saling membunuh. Pesan perselisihan ini merupakan kehendak setan, tapi pesan persatuan adalah melewati perseteruan ini dan hidup bersama saling berdampingan.


Waallahu Alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Strategi dan Cara Ba'alwi Menjajah Indoensia dan Menundukkan Pribumi Nusantara Untuk Mendirikan Neo Dinasti Fatimiyah

Inilah Tahap Mazhab Ba'alwi Dalam Pengkaderan Doktrinasi dan Ciri-cirinya

Sejam vs Pentungan, Pegundan 23 Juli 2025