Inilah Penyebab Terjadinya Khurafat






Oleh : Husni Mubarok Al Qudusy, LD PCNU Kab Pemalang


Dalam pandangan Islam, khurafat adalah segala bentuk kepercayaan atau cerita rekayasa yang menyimpang dari ajaran syariat dan berpotensi merusak akidah serta ketauhidan seorang Muslim. 


Khurafat juga merujuk kepada segala bentuk kepercayaan yang bersifat palsu, tidak bersandarkan dalil syar’i, dan sering bercampur antara dongeng serta unsur syirik. Penjelasan ini menegaskan bahwa khurafat bukan hanya kesalahan intelektual, tetapi juga ancaman spiritual yang bisa menjerumuskan seseorang pada perbuatan tercela di sisi Allah. Di masyarakat, khurafat biasanya muncul dalam bentuk cerita leluhur, benda-benda keramat, atau ritual tertentu yang dipercaya mendatangkan berkah tanpa dasar agama.


Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad, memberikan nasihat agar setiap penuntut ilmu menghindari hal-hal yang menyesatkan dari kebenaran. Ia menegaskan jangan kau habiskan waktumu pada hal-hal yang tidak ada manfaatnya di akhirat. Hati-hati dengan angan-angan kosong dan cerita palsu. Hal ini menjadi pengingat bahwa khurafat adalah salah satu bentuk “cerita palsu” yang harus diwaspadai oleh penuntut ilmu dan umat Islam secara umum.


Khurafat adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kepercayaan, cerita, atau ajaran yang tidak memiliki dasar syariat dan seringkali dikaitkan dengan hal-hal gaib atau mistik. Dalam masyarakat, khurafat berkembang dalam bentuk cerita turun-temurun yang diyakini secara membabi buta, padahal tidak memiliki sandaran dari Al-Qur’an, hadits, maupun akal sehat. 


Secara bahasa, kata “khurafat” berasal dari bahasa Arab khurafah (خرافة), yang berarti dongeng atau cerita palsu. Dalam praktiknya, khurafat bisa berupa kepercayaan terhadap benda-benda bertuah, pemujaan kepada roh halus, ramalan nasib berdasarkan waktu kelahiran, atau keyakinan terhadap makhluk halus tertentu yang bisa membawa keberuntungan atau musibah.


Bahwa khurafat adalah cerita-cerita yang dicampurkan perkara dusta, atau berdasarkan rekaan dan khayalan manusia semata. Khurafat adalah bisa berarti sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal yang sehat. Orang yang membawa hal-hal yang bersifat khurafat biasanya suka memutar balikkan fakta, memberikan hal-hal yang bersifat dusta, dan menonjolkan hal-hal yang batil.


Beberapa ciri umum dari khurafat antara lain: 


1. Tidak memiliki dasar dalil syar’i 


Ciri utama dari khurafat adalah tidak adanya dalil dari Al-Qur’an atau hadits sahih. Kepercayaan tersebut hanya berdasarkan cerita masyarakat, mitos, atau hasil rekayasa individu tertentu. 


2. Berkaitan dengan hal-hal gaib yang tidak dapat diverifikasi 


Khurafat seringkali menyangkut makhluk gaib, arwah nenek moyang, benda pusaka, atau kekuatan mistik yang diyakini bisa mempengaruhi kehidupan manusia, padahal Islam sudah memiliki batasan tentang hal-hal gaib yang hanya diketahui oleh Allah.


3. Mengandung unsur ketakutan atau pemaksaan 


Cerita khurafat biasanya membuat orang merasa takut untuk tidak mempercayainya. Misalnya, keyakinan bahwa jika tidak melakukan ritual tertentu, maka akan tertimpa musibah. 


4. Bercampur dengan adat istiadat lokal yang tidak tersaring 


Khurafat sering masuk lewat pintu adat atau tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun tanpa ada pembaruan atau klarifikasi agama. 


5. Menyerupai praktik syirik 


Khurafat kerap kali menyeret pelakunya pada syirik, yaitu mempersekutukan Allah, seperti mempercayai benda tertentu sebagai sumber kekuatan atau meminta pertolongan kepada jin dan roh selain Allah SWT.


Berikut ini terdapat beberapa nama lain khurafat adalah: 


1. ‘Adwa 


Penjangkitan atau penularan penyakit di zaman jahiliyyah mereka beranggapan bahwa penyakit berjangkit atau menular dengan sendirinya tanpa kehendak dan taqdir Allah SWT. 


2. Thiyarah 


Merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk yang artinya juga menganggap adanya firasat jelek karena melihat sesuatu seperti melihat burung, mendengar suara binatang, melihat bintang. 


Kemudian pecahnya barang perabotan, panasnya cincin yang dibuat jadi jimat, bergetarnya keris di dalam sarungnya, melihat garis tangan, percaya dengan menghubungkan angka, tanggal lahir dan lain sebagainya. 


3. Hamah 


Jenis burung yang keluar pada malam hari seperti burung hantu dan lainnya. Orang-orang jahiliyyah merasa bernasib sial kalau melihat burung hantu, apabila ada burung hantu hinggap diatas rumah salah seorang diantara mereka, dia merasa bahwa burung itu membawa berita semakin dekatnya kematian dirinya atau salah satu dari anggota keluarganya. 


4. Shafar 


Ini bulan kedua dalam tahun Hijriyyah, orang-orang jahiliyyah beranggapan bahwa bulan ini membawa nasib sial atau tidak menguntungkan, dan termasuk didalamnya ada hari, atau tanggal yang tidak baik. 


5. Nau’ 


Terbit atau teggelamnya suatu bintang. Orang-orang jahiliyyah menisbahkan (menjadikan sebab) akan turunnya hujan kepada bintang ini dan bintang itu. 


6. Ghul 


Hantu jenis jin atau setan. Dulu orang Arab beranggapan bahwa ghul menampakkan diri kepada manusia di padang pasir dan dapat berubah-ubah bentuk serta mereka yakin bahwa ghul dapat meyesatkan mereka (orang arab) dalam perjalanan lalu membinasakan mereka. 


Berikut ini beberapa penyebab utama munculnya khurafat: 


1. Kurangnya ilmu agama 


Faktor terbesar penyebab tersebarnya khurafat adalah ketidaktahuan umat terhadap ajaran Islam yang benar. Banyak masyarakat tidak pernah belajar agama secara mendalam, sehingga mudah menerima informasi sesat tanpa menyaringnya terlebih dahulu. 


2. Pengaruh budaya lokal yang dominan 


Adat istiadat dan budaya yang berkembang di masyarakat sering kali lebih kuat dari pengaruh dakwah Islam, terutama di wilayah yang minim pendidikan agama. Tradisi seperti pemujaan benda, mandi kembang, atau persembahan kepada makhluk halus masih banyak dilakukan karena dianggap sebagai warisan leluhur. 


3. Adanya tokoh masyarakat atau dukun berbaju Agama yang memanfaatkan keadaan 


Sebagian pihak dengan sengaja menciptakan cerita-cerita khurafat untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk menjual jimat dengan harga fantastis, membuka praktik pengobatan mistis, atau melakukan ritual-ritual tertentu yang jauh dari syar'i.


4. Kurangnya kontrol dari tokoh agama 


Di beberapa tempat, tokoh agama tidak melakukan pengawasan terhadap praktik keagamaan di masyarakat. Akibatnya, khurafat berkembang tanpa ada koreksi atau pelurusan secara syar’i. 


5. Faktor psikologis dan ekonomi 


Dalam kondisi sulit, masyarakat sering mencari jalan pintas melalui hal-hal gaib. Khurafat muncul sebagai pelarian dari realitas hidup, dan menawarkan solusi instan tanpa usaha yang rasional. 



Waallahu Alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Hasil Penelitian KH Imaduddin yang Penting, Bukan Siapa Beliau

7 Strategi dan Cara Ba'alwi Menjajah Indoensia dan Menundukkan Pribumi Nusantara Untuk Mendirikan Neo Dinasti Fatimiyah

Inilah Tahap Mazhab Ba'alwi Dalam Pengkaderan Doktrinasi dan Ciri-cirinya